Minyak sereh atau disebut juga dengan minyak serai merupakan minyak esensial hasil ekstraksi dari tanaman sereh (Cymbopogon citratus). Proses pengambilan dilakukan melalui penyulingan batang dan daun serai dan kemudian menghasilkan cairan minyak. Tidak hanya dapat digunakan untuk memasak, minyak ini serbaguna sehingga digunakan oleh banyak industri.
Tekstur dan Sifat Minyak Sereh
Minyak serai memiliki tekstur yang bukan seperti minyak pada umumnya dengan tingkat kekentalan tinggi, tapi cenderung encer dan ringan. Hanya saja terdapat beberapa jenis minyak yang viskositasnya lebih tinggi. Warna minyak umumnya bening transparan namun ada pula yang sedikit kuning tergantung sumber tanaman dan cara ekstraksi.
Sifat minyak serai mudah menguap ketika berada di udara dan keharumannya semerbak, menjadikannya alasan untuk dipakai oleh industri pengharum ruangan. Dari segi aroma minyak ini memiliki kemiripan dengan lemon, hanya saja bau lebih tajam dan kuat tanpa menghilangkan sisi segarnya. Itu sebabnya aroma ini dimanfaatkan untuk minyak aroma terapi.
Minyak serai membawa sifat relaksasi dan menenangkan yang dapat membuat kecemasan dan stres berkurang ketika menghirup aromanya. Selain itu, sifat anti-inflamasi dan antibakteri hingga anti-jamurnya juga tinggi karena adanya unsur geraniol dan citronellal. Peradangan karena infeksi jamur maupun bakteri dapat diatasi dengan minyak ini.
Kandungan pada Minyak Sereh
Minyak serai wangi terdiri dari sejumlah komponen yang membuat fungsinya semakin optimal, salah satu yang paling besar adalah citronellal. Kadar senyawa ini termasuk paling tinggi bersama dengan geraniol yang memberi sifat anti-radang dan anti-jamur sekaligus antibakteri. Selain itu juga terdapat limonese dan nerol dengan sifat menenangkannya.
Unsur lain di dalam minyak serai adalah acetate yang memberi aroma manis serta citral yang memberi aroma sitrus mirip lemon. Kandungan lainnya adalah eugenol dengan kadar lebih rendah yang memberi sifat analgesik dan anti-mikroba pada minyak. Sedangkan unsur berupa myrcene adalah pemberi aroma manis yang juga bersifat anti-inflamasi.
Pengaplikasian di Berbagai Industri
- Industri Parfum dan Kosmetik
Industri parfum atau minyak wangi kerap menggunakan minyak serai sebagai bahan pelengkap maupun utama untuk memberi wangi sitrus dan segar. Sementara pada industri kosmetik, minyak ini digunakan untuk membuat produk perawatan rambut dan kulit. Anti-mikroba pada minyak serai yang tinggi dapat membantu menjadi solusi bagi infeksi kulit dan jerawat.
- Industri Makanan dan Minuman
Minyak serai kerap dimanfaatkan menjadi bahan tambahan dalam pembuatan makanan dan minuman, tidak terkecuali juga produksi permen. Produk makanan dan minuman menjadi lebih menarik karena aroma lemongrass yang sedikit pedas namun segar. Bahan ini dikenal memiliki kemampuan dalam meningkatkan selera makan serta melancarkan pencernaan.
- Industri Medis dan Farmasi
Manfaat minyak sereh dalam pembuatan obat-obatan sangat besar, terutama karena senyawa ini memiliki kandungan anti-inflamasi, antibakteri, dan anti-jamur. Anti-mikrobanya tinggi sehingga membuat minyak meningkatkan efektivitas obat salep atau krim untuk dermatitis, eksim, serta jerawat. Sebagai minyak pijat pun bahan ini terbukti mampu meredakan nyeri otot.
- Industri Pengusir Serangga dan Pembersih
Kandungan berupa citronellal tinggi dalam minyak serai memberi sifat repelen yang cukup kuat. Maka penggunaan dalam membuat produk-produk pengusir serangga membuat efektivitasnya tinggi dalam membunuh berbagai jenis serangga. Bahan ini pun ada di dalam produk pembersih untuk membasmi virus dan bakteri di berbagai permukaan benda.
Kesimpulan
Minyak sereh berasal dari tanaman sereh yang tidak hanya dijadikan bumbu tambahan untuk masakan Asia. Kandungan-kandungannya memberi berbagai sifat baik mulai dari anti-inflamasi hingga anti-mikroba dan antioksidan dapat diandalkan. Tidak hanya perawatan kulit, namun juga berguna sebagai aroma terapi, pereda nyeri otot hingga pengusir serangga.