NaCl/garam industri merupakan jenis senyawa ionik yang menjadi kebutuhan beragam industri. Jenis garam yang bernama lengkap natrium klorida ini walau memiliki banyak kegunaan namun bukan untuk dikonsumsi. Garam industri tidak sama dengan garam konsumsi, maka NaCl lebih banyak dimanfaatkan oleh industri-industri non-pangan.
Tekstur dan Sifat NaCl/Garam Industri
Garam non-konsumsi atau garam teknik merupakan sebutan lain untuk NaCl dengan kekhasan pada bentuk butiran kasarnya. Ukuran butirannya lebih bervariasi, namun tingkat kehalusan garam meja bahkan masih lebih tinggi daripada garam teknik ini. Pada industri kimia dan pengolahan air, bentuk NaCl berupa kristal atau serpihan justru lebih dipilih.
Ukuran garam teknik dapat berbeda satu dengan lainnya tergantung dari proses memurnikannya dan cara pemakaian dalam industri. Bentuk yang lebih kasar pada beberapa proses industri justru dianggap lebih mudah penggunaannya karena lebih cepat saat menghancurkannya. Sifat garam ini pun larut air yang kemudian terpecah, menjadikannya larutan elektrolit.
Garam ini memiliki sifat higroskopis atau kemampuan menyerap air/kelembapan dari udara sehingga tidak dianjurkan untuk terpapar udara terlalu lama. Titik leleh NaCl adalah sekitar 801°C, membuatnya tetap stabil sekalipun di suhu tinggi. Garam dengan rasa asin atau pahit ini sangat rapuh dan mudah pecah sekalipun teksturnya dikenal keras.
Komponen Utama NaCl/Garam Industri
NaCl garam dapur terdiri dari beberapa komponen utama, namun kadar yang paling tinggi adalah natrium klorida, yaitu sekitar 95% lebih. Natrium klorida memberi sifat larut ketika zat ini dicampur ke air dan rangkaian proses industri jadi lebih mudah. Unsur lainnya adalah magnesium berguna untuk pertambangan dan kalsium untuk proses kimia.
Kandungan lain pada garam non-konsumsi adalah kalium yang membuatnya berguna untuk industri pupuk, serta sulfur yang bermanfaat di industri kimia. Air juga merupakan komponen NaCl, hanya saja kadar air tergantung dari proses ekstraksi dan penyimpanan garam. Garam juga berpotensi mengandung kotoran yang ditentukan oleh sumber NaCl.
Fungsi di Berbagai Bidang Industri
- Industri Kimia dan Pertambangan
Garam teknik selalu penting dalam industri kimia sebagai bahan untuk membuat produk kimia lain, seperti misalnya pembuatan soda api. Sedangkan pada industri pertambangan, garam digunakan untuk mengekstraksi mineral dan mengolah logam. Garam berperan besar dalam memisahkan zat-zat sehingga proses berjalan lebih efisien dengan hasil maksimal.
- Industri Tekstil dan Pengolahan Air
Pada industri tekstil garam teknik umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pendukung proses mewarnai kain agar lebih cepat. Sedangkan dalam industri pengolahan air, garam dibutuhkan pada proses desalinasi air laut, yakni proses mengubah/menjadikannya air tawar. Garam juga menjadi pengendap zat-zat yang tidak dibutuhkan saat mengolah air limbah.
- Industri Pangan
Penggunaan NaCl/garam industri memang bukan untuk dikonsumsi, namun garam ini bermanfaat untuk mengawetkan makanan dalam jumlah besar. Berbagai macam produk fermentasi hingga ikan dan daging memerlukan pengawet agar umur simpannya lebih panjang. Oleh sebab itu, garam dapur ini dijadikan sebagai bahan baku yang tepat.
- Industri Pengawetan Aneka Produk Lain
Selain menjadi pengawet yang efektif untuk produk-produk makanan, produk non-pangan juga membutuhkan agar ketahanan dan kualitasnya lebih baik. Garam juga sering dimanfaatkan untuk membuat batubara kokas hingga bahan untuk proses pengawetan kulit serta produk tekstil. Fungsi yang luas ini menjadikannya bahan menarik untuk digunakan.
Kesimpulan
NaCl/garam industri adalah zat yang disebut juga dengan garam dapur/teknik/non-konsumsi. Garam ini bukan untuk dikonsumsi oleh manusia namun tetap dipakai untuk kepentingan industri pangan sebagai pengawet produk makanan. Manfaatnya besar tidak sekadar untuk proses kimia, tapi juga dalam hal pertambangan hingga pengolahan air dan tekstil.