White oil atau dikenal juga dengan sebutan mineral oil merupakan jenis minyak yang sudah melewati proses refining/pemurnian. Minyak ini berasal dari minyak bumi dan setelah melalui pemurnian artinya larutan tidak lagi kotor, berbahaya, dan berbau. Oleh sebab itu, jenis minyak seperti ini dimanfaatkan berbagai industri tanpa risiko tinggi.
Unsur-unsur di dalam White Oil
Mineral oil juga disebut dengan istilah liquid paraffin karena di dalamnya mengandung unsur parafin atau alkana paling tinggi. Sebagai unsur utama, alkana atau parafin bertindak sebagai penstabil minyak supaya tidak mudah bereaksi ketika berinteraksi dengan zat lain. Selain itu, terdapat pula naphthenes atau sikloalkana walau kadarnya jauh lebih rendah.
Keberadaan sikloalkana adalah sebagai peningkat kestabilan mineral oil dan mempertahankan viskositas/kekentalan minyak dengan baik. Penggunaan mineral oil berkualitas tinggi jauh lebih baik karena sudah tidak lagi mengandung bahan-bahan seperti toluena dan benzena. Senyawa yang bersifat memicu kanker dan risiko kesehatan lainnya telah dihilangkan.
Selain adanya unsur utama, tentu mineral oil mengandung komponen tambahan seperti antioksidan serta aditif pelumas (tergantung tujuan pemakaian). Namun umumnya, pemakaian mineral oil seperti white oil dipilih versi murninya tanpa tambahan unsur lain. Di dalam minyak ini pun tidak terdapat unsur air maupun sulfur atau nitrogen hingga logam berat.
Sifat dan Tekstur White Oil
Mineral oil pada dasarnya tidak reaktif sehingga aman ketika hendak dicampurkan dengan bahan lain dalam pembuatan obat maupun produk kecantikan. Kestabilannya baik karena tidak mudah terkena oksidasi dan memiliki usia simpan cukup lama. Apabila sudah melewati proses standar USP, BP atau FDA maka minyak ini dianggap tidak beracun dan tidak berbahaya.
Paraffin oil memiliki bentuk larutan kental yang jika disentuh akan terasa lengket tapi agak licin meski tidak terlalu berat. Minyak yang halus tanpa bau dan tanpa warna ini tidak dapat disatukan dengan air seperti halnya minyak pada umumnya. Tingkat kekentalan minyak ini bervariasi, mulai dari yang ringan dan cair hingga tebal berat sulit diratakan.
Fungsinya dalam Beragam Industri
- Industri Karet, Plastik dan Tekstil
Mineral oil adalah bahan yang berguna dalam pembuatan benda-benda dari plastik serta karet untuk menambah sisi fleksibilitasnya. Hasil akhir produk menjadi lebih berkualitas karena penggunaan minyak parafin sebagai plastisizer atau pelumas internal. Sementara di dunia tekstil, minyak ini melumasi benang dalam salah satu tahap pembuatan kain.
- Industri Pertanian
Minyak hasil bumi yang sudah dimurnikan juga banyak dimanfaatkan oleh industri pertanian sebagai bahan baku pembuatan pestisida. Mineral oil merupakan salah satu formula dalam pestisida yang terbuat dari minyak dan mendukung kinerja bahan aktif utamanya. Dengan demikian diharapkan tanaman lebih aman dan terlindungi secara optimal.
- Industri Makanan
Fungsi white oil dalam dunia pangan bukan sebagai bahan baku pembuatan makanan, melainkan menjadi pelumas untuk mesin yang digunakan mengolahnya. Beberapa industri pangan menggunakan mineral oil ini sebagai lapisan sayur dan buah agar bisa disimpan jangka lama. Namun untuk makanan, dibutuhkan spesifikasi food grade agar tidak bahaya.
- Industri Farmasi
Dalam pembuatan obat-obatan, mineral oil sudah sejak dulu dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk krim dan salep. Bahkan untuk beberapa produk kecantikan seperti body lotion pun menggunakan minyak seperti ini agar halus dan licin di kulit. Karena tidak bersifat reaktif, minyak ini aman ketika diaplikasikan pada kulit manusia sesering apapun.
Kesimpulan
White oil bisa juga disebut dengan minyak mineral putih dan merupakan hasil pengolahan dan pemurnian minyak bumi. Berbagai macam industri menggunakan minyak ini sebagai pelumas yang aman tanpa risiko mengiritasi kulit. Dibandingkan hasil olahan minyak bumi lainnya, white oil tergolong minyak paling bersih dengan risiko bahaya paling rendah.