Kertas Lakmus (Merah/Biru): Unsur dan Aplikasi dalam Industri

Kertas lakmus (merah/biru) merupakan kertas saring yang sudah ada sejak abad ke-14 dan diberi cairan khusus. Lakmus adalah larutan pewarna yang meresapi kertas ini supaya warnanya kemudian berubah setiap kali berinteraksi dengan larutan asam atau basa. Disebut juga dengan kertas indikator asam-basa, kertas ini dipakai oleh aneka industri.

Unsur-unsur pada Kertas Lakmus (Merah/Biru)

Kertas lakmus berbeda dari kertas pH universal walau tampak serupa, sebab kertas lakmus hanya menunjukkan keasaman atau kebasaan suatu larutan. Sedangkan kertas pH universal menunjukkan hasil lebih detail mengenai angka pH suatu larutan. Unsurnya pun berbeda, sebab kertas lakmus memiliki zat pewarna lakmus dari pewarna alami.

Hanya saja pada kertas lakmus hanya memiliki dua warna, yaitu merah dan biru, sementara kertas pH universal berspektrum lengkap. Selain zat pewarna, kertas lakmus terdiri dari pelarut berupa air murni atau alkohol berkadar rendah supaya pelarutan lebih mudah. Buffer atau penstabil pH juga merupakan komponen yang menjaga kestabilan kertas.

Penstabil pH ini umumnya berkandungan garam agar pewarna tidak gampang rusak ketika terpapar kelembapan. Unsur lainnya adalah kertas penyerap dari selulosa murni bersifat netral supaya reaksi indikator berjalan murni dan sempurna. Kertas seperti ini juga mengandung agen pengikat, pengawet hingga antibakteri dan anti-jamur supaya tidak rusak.

Tekstur dan Sifat Kertas Lakmus (Merah/Biru)

Kertas lakmus berbentuk menyerupai kertas tisu yang sangat halus namun lebih kuat karena tidak mudah robek selama tidak digosok keras-keras. Kertas ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap asam dan basa pada larutan dan tergolong cepat bereaksi. Warna akan langsung berubah seketika menyerap cairan, lakmus merah untuk uji basa dan biru untuk uji asam.

Lakmus biru tetap biru ketika menguji cairan basa/netral, sedangkan ia akan berubah merah ketika terkena cairan asam. Lakmus merah akan tetap merah sewaktu menguji larutan asam/netral, dan pasti berubah menjadi biru ketika menguji larutan basa. Kertas ini tidak reversibel dan hanya untuk menguji larutan (tidak untuk uji gas).

Aplikasi dalam Berbagai Industri

  • Industri Farmasi

Dalam dunia farmasi, pembuatan obat membutuhkan kertas lakmus untuk menguji sifat basa atau asam pada bahan baku. Kestabilan obat selama masa penyimpanan juga dapat diketahui melalui pengecekan menggunakan kertas jenis ini. Obat tertentu seperti obat tetes mata dan infus seringkali harus diperiksa kualitas dan kestabilannya memakai kertas lakmus.

  • Industri Pengolahan Limbah dan Kimia

Lakmus strip juga berguna dalam proses pengolahan limbah sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan. Pengecekan kadar asam dan basa pada air limbah sebelum pembuangan bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Kertas lakmus adalah alat bantu penting dalam percobaan di laboratorium kimia sekolah maupun tingkat profesional.

  • Industri Pertanian dan Tekstil

Fungsi kertas lakmus (merah/biru) dalam dunia pertanian adalah untuk mengetahui tingkat keasaman dan kebasaan tanah sebelum penanaman. Setelah mengetahui kondisi tanah maka baru dapat menentukan jenis tanaman. Sementara dalam dunia tekstil, kertas lakmus memastikan larutan pencelup untuk kain sudah sesuai agar kualitas kain baik.

  • Industri Makanan dan Minuman

Industri pangan juga membutuhkan kertas lakmus sebagai pengecek tingkat keasaman suatu makanan maupun minuman. Pengecekan tingkat keasaman dan kebasaan produk pangan pun bertujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan. Pemantauan pH dalam eksperimen resep baru untuk minuman dan saus tertentu.

Kesimpulan

Kertas lakmus (merah/biru) merupakan kertas pendeteksi asam basa suatu larutan secara cepat. Kertas ini tidak dapat diaplikasikan untuk pengecekan keasaman maupun kebasaan gas, namun berbagai macam industri mampu memanfaatkannya. Baik untuk kontrol kualitas tanah, bahan kimia, hingga limbah dan produk makanan, kertas ini begitu bermanfaat.