SLS Needle 10N/ EMAL merupakan senyawa surfaktan anionik yang masih tergolong dalam Sodium Lauryl Sulfate atau SLS. Tipe SLS ini dimanfaatkan oleh banyak industri sebagai bahan pembersih, termasuk pada kulit manusia.
Namun selain kegunaannya sebagai pembersih, industri lain seperti farmasi pun menggunakan senyawa ini dalam produksi obat-obatan.
Tekstur dan Sifat SLS Needle 10N/ EMAL
Emal type SLS pada dasarnya memiliki bentuk panjang menyerupai kristal dengan ujung yang tajam mirip jarum. Namun ketika suatu bahan dicampur dengan surfaktan satu ini, bahan tersebut menjadi lebih mudah larut di dalam air atau larutan. Jika dilihat secara seksama, ukurannya sangat kecil dan ketika disentuh terasa halus tanpa sifat mudah menggumpal.
Tekstur yang dimiliki tidak hanya keras tapi juga padat namun saat sudah menyebar di dalam larutan tidak akan terlihat demikian. Sifat utama SLS Needle adalah mudah dicampur dengan air sekaligus efektif mengikat minyak dan kotoran. Oleh karena itu, bahan ini digunakan oleh industri pembersih sebagai pengangkat dan pelarut kotoran secara efisien.
Produk berkandungan senyawa ini memiliki busa yang melimpah, namun penggunaan yang terlalu kuat dapat berisiko mengiritasi kulit sensitif. SLS Needle merupakan kandungan yang dijumpai pada sabun mandi serta sampo hingga deterjen dan produk pembersih rumah tangga lain. Dosis pemakaian harus tepat agar tidak membahayakan kulit penggunanya.
Komponen Pada SLS Needle 10N/ EMAL
EMAL Needle memiliki empat kandungan utama dan SLS adalah unsur dengan kadar yang paling tinggi dengan sifat membersihkan yang sempurna. Kandungan SLS di dalam EMAL type SLS ini adalah sekitar 98% atau lebih yang masih ditambah dengan air berkadar rendah. Pengolahan dan pemakaian menjadi lebih mudah ketika senyawa cukup lembap.
Selain kedua elemen tersebut umumnya SLS Needle (khususnya versi siap pakai) juga mengandung pewarna dan pengharum supaya lebih menarik. Agar masa simpan lebih lama dan keamanannya terjamin tanpa membusuk, sering kali bahan pengawet juga ditambahkan. Pada sebagian senyawa ini juga memiliki unsur bahan pengencer seperti gliserin.
Fungsi di Beberapa Industri
- Industri Farmasi dan Tekstil
Pada pembuatan obat salep dan tablet umumnya menggunakan SLS Needle sebagai emulsifier yang membuat bahan aktif mudah larut. Sedangkan pada industri tekstil, senyawa surfaktan seperti ini digunakan untuk pembersihan serat kain dari berbagai macam kotoran. Kain dapat menjadi lebih bersih, cerah dan tampak lebih berkualitas setelah dicuci.
- Industri Kecantikan dan Perawatan Tubuh
Surfaktan seperti SLS Needle digunakan sebagai kandungan pada produk sabun wajah hingga sabun mandi dan sampo. Manfaatnya adalah untuk membersihkan dan mengangkat kotoran serta minyak dari kulit tubuh dan kulit kepala/rambut. Busa yang melimpah adalah sifat aman senyawa yang dimanfaatkan juga dalam pembuatan produk pasta gigi.
- Industri Otomotif
Fungsi SLS Needle 10N/ EMAL lainnya adalah sebagai pembersih yang efektif dalam perawatan mesin kendaraan. Selain aman bagi kulit manusia, SLS Needle adalah bahan pembersih aman untuk perangkat mesin ketika mengangkat seluruh kotoran dan minyak. Saat bagian mesin tidak bisa dibersihkan hanya dengan air biasa, pemakaian senyawa ini sangat penting.
- Industri Deterjen dan Cairan Pembersih/Perawatan Rumah
Tidak sekadar produk pembersih tubuh, industri penghasil produk pembersih rumah tangga juga menggunakan SLS Needle. Sabun untuk cuci piring dan sabun pembersih lantai adalah dua contoh produk sehari-hari yang mengandung surfaktan anionik ini. Pembersihan dapat dilakukan secara efisien dan optimal karena pengangkatan kotoran lebih mudah.
Kesimpulan
SLS Needle 10N/ EMAL dengan bentuknya menyerupai kristal dengan ujung lancip seperti jarum menawarkan fungsi luar biasa bagi banyak industri. Golongan surfaktan ini mampu menjadi bahan pembersih bagi kulit dan aman bagi tubuh manusia selama tidak berlebihan. Untuk perawatan mesin pun senyawa ini kerap dimanfaatkan dengan baik.