KOH/Potassium Hydroxide: Sifat, Kandungan dan Fungsi di Berbagai Industri

KOH/potassium hydroxide atau kalium hidroksida merupakan senyawa anorganik dengan pH sangat tinggi (>12). Senyawa ini mudah terpecah saat terjadi pelarutan dalam air, terpisah menjadi ion kalium dan ion hidroksida. Kegunaan senyawa ini sangat luas dan oleh karena itu terdapat banyak industri yang memanfaatkannya untuk pembuatan produk.

Tekstur dan Sifat KOH/Potassium Hydroxide

Dari segi tekstur, kalium hidroksida berbentuk kristal putih dengan tekstur serbuk atau butiran. Meski penampakannya cukup halus, namun kristal-kristalnya juga terkadang tampak seperti serpihan yang keras dan rapuh. Namun saat larut di dalam air, kalium hidroksida tidak mengubah warna air (tetap bening) selain dari tingkat basa yang meningkat.

Kalium hidroksida terkenal akan sifat basanya yang kuat bersama dengan sifat higroskopisnya.. Sifat basa tergolong paling menonjol dengan pH di atas 12 dan senyawa ini mudah menyerap air dan kelembapan dari udara. Potassium hydroxide juga bersifat korosif atau sangat mudah merusak, terutama bila sampai mengenai jaringan tubuh (mata dan kulit).

Hal ini menjadi alasan mengapa senyawa tidak boleh dipakai sembarangan dan harus berhati-hati melalui pemakaian alat pelindung diri. Ketika larut di dalam air, kalium hidroksida dalam pelarutan ini dapat memproduksi reaksi eksotermik atau panas yang cukup besar. Sifat reaktifnya terhadap asam juga mendukung terciptanya air serta garam.

Kandungan pada Kalium Hidroksida

Formula KOH/potassium hydroxide terdiri dari beberapa unsur dan komponen paling mendominasi adalah kalium (ion positif di dalam larutan). Kandungan yang membuat larutan bersifat basa dengan pH tinggi. Oksigen adalah komponen lainnya dan terikat dengan kalium membentuk gugus hidroksil (-OH) sebagai pemberi sifat oksidatif.

Sementara itu, hidrogen adalah unsur lainnya di dalam kalium hidroksida yang terikat dengan oksigen. Terbentuknya gugus hidroksil (-OH) di dalam senyawa KOH juga berasal dari ikatan antara hidrogen dengan oksigen selain oksigen dengan kalium. Sifat basa yang kuat berasal dari hidrogen, begitu pula dengan kemampuan reaksi terhadap asam dan sifat korosif.

Fungsi Kalium Hidroksida di Berbagai Industri

  • Industri Kimia

Kalium hidroksida dimanfaatkan oleh industri kimia untuk menghasilkan senyawa-senyawa kimia tertentu, seperti halnya kalium fosfat. Kalium permanganat serta kalium karbonat adalah dua senyawa kimia lainnya yang juga terhasilkan dari penggunaan KOH. Untuk petrokimia, senyawa ini adalah bahan produksi biodiesel dan pemurnian minyak bumi.

  • Industri Kosmetik dan Farmasi

KOH adalah senyawa yang banyak dimanfaatkan oleh industri kosmetik sebagai bahan pembuat berbagai macam produk berbentuk krim. Produk perawatan tubuh seperti sabun dalam produksinya juga menggunakan senyawa kalium hidroksida. Di dunia farmas pun proses pembuatan beberapa jenis obat dan bahan kimia pengobatan memerlukan KOH.

  • Industri Pembersih

Potasium hidroksida sangat berguna di dalam sektor industri pembersih karena berperan dalam pembuatan deterjen. Industri ini menjadikan KOH sebagai bahan dasar penghasil sabun yang larut air dan bertekstur lebih lembut. Dibandingkan dengan natrium hidroksida, pemakaian kalium hidroksida lebih baik untuk proses saponifikasi di dalam industri ini.

  • Industri Pangan

Senyawa kalium hidroksida juga sering digunakan untuk proses pengolahan makanan di dalam industri pangan. Alkalizing adalah istilah bagi proses pemakaian KOH untuk produksi coklat, pasta hingga untuk pengolahan sayur dan buah. Selain itu KOH pun dipakai untuk memurnikan gula serta menjadi bahan pendukung pembuatan minuman soda/karbonasi.

Kesimpulan

KOH/potassium hydroxide adalah butiran kristal yang mudah larut dalam air yang mampu mengubah pH menjadi sangat basa. Tidak hanya berperan di industri kimia dan farmasi, sebab zat ini penting untuk produk kosmetik hingga makanan. Dengan fungsinya yang luas, kontribusi KOH hingga kini masih terus berlanjut di berbagai bidang industri.