Sodium Thiosulfate / Anti Chlorine Klorin atau Na2S2O3 merupakan senyawa anorganik dengan fungsi sesuai namanya, yaitu menghilangkan klorin. Masih termasuk golongan garam, anti chlorine tidak hanya dijumpai di air tapi juga zat lainnya. Sebagai penetralisir klorin, zat ini sangat diandalkan begitu pula untuk aplikasi lainnya dalam aneka industri.
Sifat dan Tekstur Sodium Thiosulfate / Anti Chlorine Klorin
Tiosulfat sodium dengan bentuk bubuk kristal putihnya diketahui tidak terlalu basa dan jika disentuh akan terasa begitu lembut. Bubuk ini ketika dicampurkan ke dalam air maka akan sangat mudah larut dan larutannya pun dapat digunakan. Tidak hanya berguna dalam bentuk bubuk, tiosulfat sodium juga kerap dimanfaatkan dalam bentuk larutan.
Jika sering kali senyawa berbentuk serbuk halus akan sangat mudah menyebar dan menghasilkan debu karena partikel-partikel kecilnya, anti chlorine tidak demikian. Sekalipun tiosulfat bersifat larut air, sayangnya ia bukan tipe yang mudah larut di dalam etanol. Dan ketika terjadi interaksi dengan zat asam kuat, gas sulfur dioksida dapat terbentuk secara cepat.
Saat pembentukan gas sulfur dioksida terjadi, aromanya sangat kuat dan khas sehingga tidak nyaman bagi indera penciuman. Sifat kimia paling menonjol lain dari senyawa ini adalah agen pereduksinya yang sangat bermanfaat ketika pencetakan foto. Anti chlorine tidak tahan panas dan pasti mengalami penguraian walaupun di kondisi suhu ruang akan stabil.
Unsur-unsur pada Sodium Thiosulfate / Anti Chlorine Klorin
Senyawa ini terdiri dari sejumlah unsur penting yang membuat fungsinya dalam berbagai industri semakin optimal. Natrium adalah unsur utama anti chlorine yang memberi sifat larut air dan berguna membentuk garam. Keberadaan unsur ini juga membantu agar keseimbangan ionik larutan terjaga dan keseluruhan larutan tetap stabil.
Sodium Thiosulfate / Anti Chlorine Klorin adalah senyawa dengan unsur sulfur yang bertindak sebagai zat penghancur klorin. Susunan struktur kimia pada senyawa terjaga kestabilannya juga dikarenakan adanya unsur sulfur ditambah dengan oksigen. anti chlorine mampu larut di dalam air sekaligus bereaksi terhadap zat lainnya pun karena elemen oksigen.
Fungsinya di Beberapa Industri
- Industri Kimia, Logam, dan Farmasi
Anti chlorine dalam industri kimia dibutuhkan untuk mengekstraksi emas maupun perak dan untuk berbagai pembuatan dan pengolahan bahan kimia lain. Pengolahan logam mulia juga memerlukan senyawa ini karena dianggap tidak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Sedangkan di dunia farmasi, anti chlorine adalah penawar untuk penderita keracunan sianida.
- Industri Pengolahan Air
Air yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari baik untuk minum maupun melakukan kegiatan rumah tangga tidak serta-merta bersih. Terdapat proses pengolahan air melalui proses pemisahan dari rangkaian bahan kimia, termasuk dari klorin. Untuk proses menetralisir klorin dibutuhkan tiosulfat sodium supaya air sudah aman ketika waktunya digunakan masyarakat.
- Industri Tekstil dan Pencucian
Fungsi anti kaporit seperti tiosulfat sodium di dalam pembuatan kain adalah untuk menjaga kualitas serat kain. Salah satunya adalah dengan mengangkat zat-zat pemutih yang kemungkinan terkandung atau masih tertinggal di serat tekstil. Kualitas kain menjadi lebih baik ketika tidak ada lagi zat pemutih maupun senyawa dan bahan pengotor lain di bagian kain.
- Industri Fotografi
Tiosulfat sodium adalah bahan yang turut dimanfaatkan dalam kegiatan pemotretan atau fotografi, khususnya saat pencucian foto. Proses pencetakan foto membutuhkan anti chlorine untuk mengangkat senyawa perak pada gambar yang dicetak. Jika tidak diangkat atau dihilangkan, kualitas hasil akhir gambar tidak stabil dan kurang baik.
Kesimpulan
Sodium Thiosulfate / Anti Chlorine Klorin merupakan senyawa yang bisa berupa larutan ataupun bubuk dengan kegunaan utama menetralkan klorin. Baik klorin di dalam air maupunĀ foto, penggunaan tiosulfat sodium mengatasi seluruh masalah tersebut. Pengaplikasiannya tidak terbatas sebab senyawa ini bagus untuk ekstraksi logam hingga pengolahan air.