Natrium benzoat/sodium benzoat (pengawet) dengan rumus kimia NaC₆H₅COO merupakan garam hasil pembentukan reaksi asam benzoat dan natrium hidroksida. Fungsinya sebagai pengawet dalam dunia pangan sudah sangat dikenal meski terdapat kontroversi pemakaiannya. Berbagai industri lain pun menggunakan bahan ini dengan kadar yang tepat.
Komposisi dan Penggunaan Natrium Benzoat/Sodium Benzoat (Pengawet)
Sodium benzoat pada dasarnya memiliki kandungan utama sodium/natrium benzoat yang memiliki kestabilan baik serta bersifat larut air. Selain itu unsur utama pada sodium benzoat adalah asam benzoat yang membawa sifat anti-mikroba. Adanya elemen ini menjadikan senyawa ini mengawetkan secara optimal karena mampu membasmi mikroorganisme.
Ion natrium adalah unsur lain yang ada pada sodium benzoat dan menjadi pemberi sifat sedikit basa. Ada pula kandungan air dalam kristal namun dengan jumlah yang kecil tanpa memberi dampak signifikan terhadap fungsi senyawa sebagai pengawet. Pada beberapa senyawa, terkandung kontaminan berkadar sangat rendah tergantung dari pemurniannya.
Walau bermanfaat, terdapat kontroversi penggunaan sodium benzoat berlebihan yang berpotensi sebabkan efek samping. Oleh karena itu, BPOM di Indonesia hanya mengizinkan pemakaian senyawa dengan kadar 0,1-0,2% untuk bahan pangan. Konsumen juga diimbau untuk memerhatikan label kemasan produk agar menghindari pengawet berkadar tinggi.
Sifat dan Tekstur Natrium Benzoat/Sodium Benzoat (Pengawet)
Bersifat larut air (khususnya di dalam air hangat), sodium benzoat bersifat basa ringan sehingga dapat menghambat pertumbuhan aneka mikroorganisme. Ketika berada di suhu ruang senyawa ini juga cenderung stabil dan tidak akan mengalami penguraian. Pada dasarnya pun senyawa tidak berbau kecuali dipanaskan dan berubah menjadi asam benzoat.
Natrium benzoat/sodium benzoat (pengawet) adalah senyawa berbentuk kristal atau serbuk putih dengan rasa khas yang pahit. Walau ketika disentuh terasa keras, tingkat kerapuhan kristal cukup tinggi dan teksturnya pun tidak kasar. Ber-pH 7-8, senyawa ini membawa sifat anti-mikroba sehingga efektivitasnya termasuk tinggi ketika digunakan mengawetkan produk.
Fungsinya dalam Berbagai Bidang Industri
- Industri Makanan dan Minuman
Sodium benzoat dapat dimanfaatkan oleh industri pangan sebagai pengawet makanan maupun minuman supaya usia simpannya lama. Meski begitu tidak sembarangan penggunaan pengawet ini karena jika kadarnya berlebihan dapat berisiko membahayakan kesehatan konsumen. Walau bermanfaat menghambat pertumbuhan mikroorganisme, pengawet juga berbahaya.
Makanan dan minuman kemasan tidak akan bertahan lama tanpa pengawet di dalamnya. Jamur dan bakteri adalah mikroorganisme yang mampu merusak produk sehingga tidak laik konsumsi dan mampu membahayakan kesehatan pengonsumsinya. Oleh karena itu, kualitas produk dapat dipertahankan melalui pemakaian pengawet seperti sodium benzoat.
- Industri Kimia
Fungsi natrium benzoat dalam dunia industri kimia adalah menjadi bahan baku untuk pembuatan sintesis senyawa lain. Senyawa ini juga dapat berperan sebagai katalisator dalam produksi senyawa berkandungan benzena. Sodium benzoat merupakan bahan kimia yang membuat proses reaksi lebih cepat dan menjadi stabilisator pada beberapa bahan kimia.
- Industri Farmasi dan Kosmetik
Sodium benzoat tidak hanya bisa diaplikasikan pada produk makanan maupun minuman, tapi juga produk obat. Dalam pembuatan obat khusus untuk batuk maupun radang tenggorokan, bahan ini ditambahkan untuk membasmi mikroba penyebab penyakit tersebut. Untuk produk kecantikan, sodium benzoat memperpanjang usia simpan secara efektif.
Kesimpulan
Natrium benzoat/sodium benzoat (pengawet) dikenal sebagai bubuk penghenti pertumbuhan bakteri serta jamur. Tidak hanya dapat diaplikasikan pada makanan/minuman kemasan supaya awet, usia simpan kosmetik serta obat pun bisa lebih panjang. Namun penggunaan pengawet harus sesuai ketetapan BPOM agar tidak berisiko bahaya bagi pengguna.