Oksalat/Oxalic Acid/Osasir: Tekstur dan Fungsi dalam Bidang-bidang Industri

Oksalat/Oxalic Acid/Osasir merupakan senyawa organik yang dijumpai pada berbagai tanaman. Jenis asam kuat dengan rumus kimia C2H2O ini kerap ditemukan dalam bentuk garam yang dikenal dengan kalsium oksalat. Diproduksi oleh tubuh manusia secara alami, oksalat pun terdapat di makanan tertentu dan kerap digunakan oleh dunia industri.

Tekstur dan Sifat Oksalat/Oxalic Acid/Osasir

Asam oksalat berbentuk serbuk kristal halus berwarna putih dan jika dilihat dari sangat dekat, bentuk kristal adalah menyerupai prisma. Ini adalah bentuk murninya dengan tekstur keras namun rapuh karena mudah retak serta pecah saat memperoleh tekanan. Penampakannya mirip dengan bubuk garam namun jika diperhatikan kristalnya berbentuk segitiga.

Jenis asam larut air ini bersifat higroskopis, yaitu mampu menyerap kelembapan atau air dari udara. Maka ketika terpapar udara dan kelembapan, bubuk kristal ini dapat menggumpal karena air terserap ke dalam dan menjadi mudah lembap. Walau tidak sekuat asam klorida atau asam sulfat, asam organik ini tergolong kuat dan membahayakan kulit dan mata.

Paparan oksalat dalam jumlah banyak tidak baik bagi jaringan hidup sehingga perlu dihindari. Karena mudah bereaksi dengan kalsium dan logam lainnya, pembentukan garam mudah terjadi dan pada akhirnya mengkristal. Reaksi senyawa dengan rasa pahit dan asam ini mampu sebabkan batu ginjal dan ketika mengonsumsi dosis tinggi akan berisiko keracunan.

Kandungan Asam Oksalat/Oxalic Acid/Osasir

Oksalat/Oxalic Acid/Osasir adalah senyawa yang terdiri dari beberapa unsur yang membuat fungsinya optimal. Karbon adalah komponen utama dengan jumlah dua atom yang terikat pada dua gugus karboksilat untuk menjadi struktur senyawa. Kandungan lainnya adalah hidrogen, yaitu unsur yang membuat asam oksalat menjadi senyawa organik.

Oksigen sejumlah empat atom juga berperan dalam kinerja asam oksalat sebagai pemberi sifat asam dan membuatnya melepaskan ion hidrogen. Keempatnya memiliki ikatan dengan dua gugus karboksilat dan saling bekerja sama untuk mendukung fungsi senyawa. Komponen lain adalah garam oksalat yang merupakan hasil pembentukan dari oksalat.

Fungsi di Berbagai Bidang Industri

  • Industri Kimia dan Farmasi

Pada industri kimia biasanya oksalat dimanfaatkan untuk memproduksi garam oksalat serta pembuatan dan pengolahan logam. Pada bidang farmasi, asam oksalat dalam bentuk garam lebih bermanfaat karena merupakan bahan aktif pembuat obat-obatan. Salah satu obat berkandungan oksalat adalah antibiotik, namun pemberiannya tidak dalam dosis tinggi.

  • Industri Makanan dan Minuman

Oksalat adalah jenis asam yang juga berguna untuk memengaruhi tekstur sekaligus rasa pada makanan. Meski senyawa organik dan dianggap alami, konsumsi oksalat tidak dianjurkan terlalu banyak karena dapat berpotensi mengganggu penyerapan kalsium. Orang-orang yang memiliki risiko tinggi terhadap kondisi batu ginjal sangat perlu menghindarinya.

  • Industri Pertanian

Cara menggunakan osasir dalam dunia pertanian adalah dengan menambahkannya pada pupuk atau produk pengendali hama. Sebagai bahan tambahan, oksalat bekerja efektif menjaga tanaman dari serangan dan bahaya hama. Namun, tidak dianjurkan pemakaian berlebihan karena oksalat berisiko mengurangi kadar mineral dan justru menghambat pertumbuhan tanaman.

  • Industri Tekstil

Oksalat merupakan senyawa yang memiliki kemampuan memutihkan serat kain dan membersihkannya dari noda dan partikel membandel. Sebagai agen pemutih, asam oksalat bekerja secara lebih efisien daripada bahan pemutih lainnya pada serat kain. Pengangkatan kotoran oleh senyawa ini pun tanpa mengubah warna dan tekstur kain.

Kesimpulan

Oksalat/Oxalic Acid/Osasir adalah senyawa dengan sifat asam cukup kuat berbentuk bubuk kristal putih yang multiguna. Tidak hanya digunakan untuk membuat bahan kimia lain maupun mengolah logam, oksalat adalah bahan alami untuk pestisida. Pada produk pangan maupun tekstil pun berguna, namun konsumsi berlebihan dapat berakibat pada batu ginjal.