SiO2 atau silika dioksida merupakan senyawa yang juga dikenal dengan sebutan kuarsa atau silika. Bahan kimia ini bukan sesuatu yang asing sebab dapat dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk batu maupun pasir. Popularitas bahan ini sangat tinggi karena ketahanannya yang bagus sehingga digunakan oleh banyak industri.
Tekstur dan Sifat SiO2
Silika dapat berbentuk amorf atau bentuk serbuk halus tanpa susunan kristal yang teratur. Meski demikian, ada pula jenis silika berbentuk gel yang pengaplikasiannya jauh lebih mudah bila digunakan oleh industri kosmetik. Ada pula silika berbentuk pasir atau granular, teksturnya cenderung kasar berbutir kecil-kecil cocok untuk pembuatan kaca dan beton.
Silika juga umumnya dijumpai dalam bentuk kristal berwarna jernih mengkilap yang jika disentuh terasa keras dan bersifat tajam. Sifatnya tahan panas sehingga ketika berada di dekat sumber api maupun berada di tempat bersuhu tinggi akan tetap stabil. Isolator listrik yang baik ini juga tahan terhadap asam kecuali interaksi dengan asam fluorida.
Walau tidak bersifat larut air, silika sangat bisa diandalkan karena keawetan dan ketahanannya terhadap banyak bahan kimia lain. Bahan ini juga dikenal keras, kuat, serta tembus cahaya sehingga pemakaian dengan tujuan pengaplikasian elektronik dan optik banyak dilakukan. Silika juga tidak mudah rusak karena tahan gores dan tahan banting.
Komponen-komponen SiO2
SiO2 adalah senyawa yang terbentuk dari dua komponen utama berupa silikon dan oksigen. Silikon sebagai unsur utama memberi sifat stabil dan keras pada silika, menjadikannya pilihan yang tepat untuk pengaplikasian di bidang elektronik. Silikon bekerja sama dengan oksigen membentuk silika, membuat strukturnya memiliki kekuatan dan kestabilan.
Oksigen adalah unsur yang menjadikan silika tahan panas dan tidak mudah bereaksi terhadap bahan kimia tertentu lainnya. Pada sejumlah bentuk silika lain, tidak hanya ada unsur oksigen dan silikon tapi juga beberapa jenis logam maupun mineral tertentu. Pada silika bentuk gel, unsur air berkadar rendah karena terjebak di dalam jaringan berpori senyawa ini.
Fungsi di Berbagai Bidang Industri
- Industri Minyak Plastik
Silika dioksida dibutuhkan oleh industri minyak dan gas terutama dalam proses mengebor minyak. Agar proses pengeboran berjalan sempurna tanpa adanya gesekan berlebihan dan membuat aktivitas ini lebih cepat, silika perlu digunakan. Hal ini bertujuan meningkatkan efisiensi maupun kualitas hasil pengeboran minyak secara optimal.
Selain dalam dunia perminyakan, silika adalah senyawa yang efektif ketika digunakan oleh industri plastik dan karet. Pembuatan produk dari karet maupun plastik membutuhkan silika sebagai bahan pengisi supaya ketahanannya lebih terjamin. Hasil produk menjadi lebih tahan lama dan dapat dipakai jangka panjang karena silika meningkatkan kekuatan.
- Industri Elektronik dan Kaca
Kegunaan silika dioksida lainnya adalah menjadi bagian dari komponen elektronik karena senyawa ini adalah isolator listrik yang baik. Perangkat elektronik apapun termasuk pembuatan chip komputer seringkali memanfaatkan silika. Begitu pula dengan industri pembuatan kaca serta beton yang menjadikan strukturnya tahan panas, stabil dan kuat.
- Industri Kosmetik, Farmasi dan Pangan
Silika juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan pengental dan penstabil produk kosmetik yang berfungsi merawat kulit sekaligus rambut. Sama halnya pada industri farmasi, namun silika juga digunakan untuk melarutkan, mengisi, melapisi dan mengikat obat. Sedangkan di industri makanan, silika berguna menjadi pengisi sekaligus penggumpal makanan.
Kesimpulan
SiO2 dikenal sebagai senyawa yang umum digunakan oleh berbagai industri sehingga mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari. Tidak sekadar menjadi penstabil bahan dan produk tertentu, kegunaan silika bahkan dapat menjadi pengisi dan pengendali kelembapan. Walau sering kali kehadirannya tidak disadari, bahan ini tetap dianggap multifungsi.