Tawas batu & tawas bubuk merupakan dua jenis tawas berbeda karena satu berbentuk padat dan yang lainnya berbentuk serbuk hasil gilingan. Tawas dalam bentuk bubuk adalah versi pengaplikasian yang lebih praktis dan tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut. Keduanya sering dimanfaatkan oleh berbagai macam industri untuk beragam tujuan.
Elemen-elemen pada Tawas Batu & Tawas Bubuk
Tawas baik berbentuk batu maupun bubuk memiliki kandungan yang sama, yaitu alumunium sulfat dan air kristal. Keduanya adalah elemen utama yang terkandung di dalam tawas dan alumunium sulfat merupakan unsur pemberi sifat koagulan. Komponen ini dianggap juga sebagai agen penggumpal yang bermanfaat dalam proses mengolah air.
Selain itu, alumunium sulfat adalah unsur yang berguna sebagai penurun kadar pH dalam tanah dengan kadar berbeda-beda pada tawas. Air kristal adalah komponen lainnya yang konsentrasinya pun bervariasi antara satu tawas dengan tawas lainnya. Kelembapan dan pengolahan tawas menentukan seberapa banyak kadar air kristal di dalamnya.
Tawas bentuk batu dan bubuk berbeda sebab versi serbuk merupakan hasil pengolahan dari tawas versi batu yang lebih alami. Selain kedua unsur utama di atas, tawas berpotensi mengandung besi dan magnesium dalam jumlah kecil. Jika didapat dari tambang maka ada kemungkinan kalsium terkandung di dalam tawas, begitu juga dengan silika.
Sifat dan Tekstur Tawas Batu & Tawas Bubuk
Tawas batu adalah bentuk alami tawas karena masih berupa batuan padat dan keras, belum mengalami proses pengolahan apa pun. Meski padat, tekstur tawas batu cenderung kasar dan bobotnya pun lebih berat dengan warna lebih transparan daripada versi bubuk. Bahan berasam ringan ini tidak mudah larut ketika dicampurkan ke dalam air.
Tawas bubuk adalah bentuk hasil olahan dari tawas batu yang sudah melalui proses penggilingan. Tawas bubuk bertekstur sangat halus dengan bobot lebih ringan dan tidak sepadat versi batu, serta lebih cepat larut di dalam air. Jika tawas batu cenderung transparan dan jernih, warna tawas bubuk lebih putih atau bahkan terkadang bisa sedikit kuning.
Manfaatnya dalam Beberapa Bidang Industri
- Industri Kertas dan Pertanian
Tawas merupakan bahan penurun pH tanah yang efektif sehingga cukup sering digunakan di dalam industri pertanian. Dengan kadar pH lebih rendah dan penggunaan tawas sebagai pupuk, tanaman diharapkan tumbuh lebih optimal dan berkualitas. Dalam industri kertas, tawas adalah koagulan untuk memurnikan pulp sehingga hasil produk kertas lebih bagus.
- Industri Tekstil dan Kosmetik
Dalam dunia tekstil terdapat suatu proses untuk mewarnai kain sebelum akhirnya diperjualbelikan. Proses pewarnaan ini membutuhkan tawas agar warna terserap sempurna dan tahan lama ke dalam serat kain. Sementara di industri kosmetik, tawas adalah bahan baku produksi deodoran yang berguna mengusir bau badan tidak sedap.
- Industri Pengolahan Air
Fungsi tawas batu & tawas bubuk lainnya adalah sebagai penggumpal dalam pengolahan air. Istilah untuk proses satu ini adalah koagulasi yang bertujuan mengangkat seluruh kotoran di dalam air sehingga air bersih dan murni. Tawas adalah bahan pengikat kotoran tersebut, bisa dalam bentuk tanah, bahan-bahan organik pengotor, hingga mikroorganisme.
- Industri Makanan dan Minuman
Tawas bukan merupakan bahan baku pembuatan makanan maupun minuman, melainkan bahan pengawet untuk sejumlah produk gula dan tepung. Selain mampu mengawetkan, tawas baik dalam bentuk batu maupun bubuk berguna dalam memutihkan tepung dan gula secara alami. Tawas pun dikenal sebagai agen anti-pembusukan untuk berbagai makanan.
Kesimpulan
Tawas batu & tawas bubuk merupakan bahan dengan kandungan dan fungsi yang sama terlepas dari dua bentuk berbeda. Tidak hanya dapat digunakan untuk membuat tanah lebih baik untuk pertumbuhan tanaman maupun bahan deodoran pembebas bau badan. Tawas juga mampu menjadi pengawet makanan hingga pendukung proses koagulasi olahan air.