Waterglass atau natrium silikat merupakan senyawa berbentuk larutan transparan dengan tingkat kekentalan tinggi yang menyerupai lem cair. Alasan dibalik penyebutan dengan istilah waterglass adalah karena senyawa ini berbentuk menyerupai kaca air. Meski sangat kental, senyawa ini banyak dimanfaatkan oleh aneka industri untuk beragam kepentingan.
Komposisi Waterglass
Karena merupakan senyawa bernama natrium silikat, unsur utama yang terkandung di dalamnya adalah natrium oksida yang memberi sifat basa kuat. Selain menjadikan senyawa ini bersifat basa, keberadaan natrium oksida adalah sebagai pemberi sifat larut air. Tanpa kandungan ini, silika tidak akan aktif dan silika menjadi bahan yang sulit larut dalam air.
Unsur lain yang menjadi bagian dari komposisi natrium silikat dan berperan sangat penting adalah silika. Bahan ini yang bertindak sebagai pembentuk struktur kaca pada senyawa dengan jumlah yang beraneka ragam dan mampu larut dalam air. Keberadaan air pada natrium silikat bervariasi, sebagian mengandung banyak air jika berbentuk larutan.
Sementara untuk produk natrium silikat berbentuk padat seperti bubuk atau kristal maka kandungan air sangat rendah. Air berperan penting melarutkan dan mencairkan campuran antara silikat dengan natrium oksida. Pada beberapa natrium silikat, terdapat unsur tambahan berjumlah sangat sedikit seperti zat besi, magnesium oksida, hingga aluminium oksida.
Tekstur dan Sifat Waterglass
Natrium silikat memiliki sifat utama larut air walaupun tingkat kekentalannya sangat tinggi sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk larut. Senyawa tahan panas dan anti karat ini jika disentuh cukup licin di kulit namun juga berisiko membuat iritasi. Ber-pH sekitar 11-13, senyawa ini akan berubah menjadi silika gel bila berinteraksi dengan asam.
Waterglass adalah senyawa dengan tampilan tampilan berwarna bening, walau ada pula yang keruh ditentukan oleh tingkat kemurnian. Kemampuannya dalam menyerap air cukup cepat terutama pada natrium silikat berbentuk padat seperti bubuk. Namun kestabilannya baik dengan kemampuan mengeras ketika tercampur dengan karbon dioksida.
Fungsinya dalam Berbagai Industri
- Industri Perekat, Kertas, dan Karton
Natrium silikat banyak digunakan dalam industri perekat sebagai bahan baku agar dapat dipakai untuk alat industri berkebutuhan stabilitas suhu tinggi. Begitu pula halnya dengan industri kertas dan karton yang memerlukan natrium silikat untuk mengikat bahan-bahan pembuatnya. Karena tahan panas, senyawa ini semakin diperlukan agar hasil produk berkualitas.
- Industri Bahan Makanan dan Pengolahan Air
Dalam dunia pangan sudah sangat umum penggunaan natrium silikat sebagai bahan pengawet telur. Cara awal adalah dengan merendam telur yang hendak diawetkan di dalam larutan natrium silikat selama beberapa waktu agar tahan lama. Pada pengolahan air baik limbah maupun bersih, natrium silikat memiliki peran penting dalam setiap proses koagulasi.
- Industri Konstruksi dan Pengolahan Logam
Sodium silicate kerap digunakan dalam dunia konstruksi agar rongga beton dapat menutup dan teksturnya mengeras sempurna. Tanpa ada pori-pori pada beton membuat bahan konstruksi ini lebih kokoh dan tahan terhadap cuaca apa saja. Bahan ini pun merupakan pengikat pada pembuatan cetakan pasir dalam industri pengolahan/pengecoran logam.
- Industri Tekstil dan Pembersih
Pembuatan kain terdiri dari sejumlah proses, seperti pemutihan dan pencelupan yang memerlukan natrium silikat untuk melindungi serat. Selain itu pada industri pembersih dan pembuatan deterjen pun senyawa ini dibutuhkan sebagai agen pengemulsi. Bahan ini menjadikan produk pembersih lebih efektif dan efisien saat mengangkat kotoran.
Kesimpulan
Waterglass atau natrium silikat adalah larutan kental bening atau keruh yang memiliki berbagai macam fungsi di industri. Bahan ini dapat menjadi bahan pembuat beton dengan menutup pori-pori hingga menjadi koagulan dalam pengolahan air. Bahan ini bahkan dikenal sebagai pengangkat kotoran efektif serta pengawet telur agar tahan lama tanpa kulkas.