Soda Ash (sodium karbonat)/washing soda/abu soda atau disebut dengan Natrium Karbonat merupakan serbuk putih bahan pembuat detergen. Walau terlihat sederhana, bahan ini tidak hanya digunakan untuk produksi detergen. Abu soda ketika dicampur ke dalam air akan mudah larut sehingga aneka industri memaksimalkan penggunaannya untuk berbagai tujuan.
Karakteristik Soda Ash (Sodium Karbonat)/Washing Soda/Abu Soda
Natrium Karbonat dapat bertahan di suhu yang sangat tinggi, yaitu sekitar 850°C sehingga di atas itu ia akan melebur. Serbuk halus yang sepintas jika dilihat maupun disentuh mirip garam ini mengurai menjadi natrium oksida dan gas karbon dioksida. Butiran yang lebih kasar dari tepung ini dapat terurai jika berada di suhu terlalu tinggi atau lebih dari 851°C.
Abu soda berbentuk butiran kristalin dengan tingkat kepadatan lebih tinggi daripada yang banyak orang perkirakan, namun sifatnya mudah larut air. Ketika dicampur ke dalam air, bahan ini dapat larut lalu hasil larutan tersebut berubah menjadi basa. Ini menjadi alasan pH abu soda kemudian berada pada angka sekitar 11 atau 12 dan digunakan sebagai penetral asam.
Abu soda terdiri dari dua jenis, yang pertama adalah ringan dan memiliki ciri khas berupa pori-pori dan berbutiran halus. Abu soda ini yang umumnya digunakan untuk pembuatan detergen, sedangkan jenis lainnya adalah abu soda berat karena lebih padat. Pembuatan kaca biasanya menggunakan jenis ini dan keduanya sama sekali tidak berbau.
Komponen Soda Ash (Sodium Karbonat)/Washing Soda/Abu Soda
Manfaat soda Ash (sodium karbonat)/washing soda/abu soda tidak lepas dari unsur yang membentuknya, yaitu Natrium Karbonat yang utama. Selain kandungan utama tersebut juga ada elemen tambahan seperti kalsium dengan kadar yang lebih sedikit. Pada abu soda komersial tinggi rendahnya kadar kalsium menjadi faktor yang menentukan kualitas.
Kandungan tambahan lain adalah magnesium, yaitu mineral alam yang kadarnya dapat tinggi maupun rendah. Ketika abu soda memiliki kandungan magnesium tinggi, umumnya sifat mudah larutnya di dalam air akan terpengaruh. Selain itu, terdapat pula senyawa lain yang tidak diinginkan di dalam abu soda tergantung seberapa canggih proses pemurniannya.
Fungsi Pada Banyak Bidang Industri
- Industri Tekstil dan Kertas
Abu soda dengan warna putihnya dan tanpa aroma khas berfungsi menjadi pemutih dalam dunia tekstil. Proses pewarnaan tekstil memerlukan bahan ini ketika pencelupan sehingga warna benar-benar melekat sampai ke serat dan tidak mudah luntur. Begitu halnya dengan industri pulp kayu dan kertas, namun abu soda juga membuat kualitas kertas jauh lebih baik.
- Industri Pengolahan Air dan Metalurgi
Abu soda merupakan bahan yang diandalkan oleh industri pengolahan air sebagai penetral air berasam karena sifat basa bahan ini tinggi. Sedangkan pada industri metalurgi, logam sebelum diolah perlu dimurnikan lebih dulu maka dibutuhkan abu soda sebagai bahan pemurninya. Natrium karbonat adalah serbuk efektif pengangkat kotoran pada logam.
- Industri Kimia dan Pembersih
Fungsi natrium karbonat pada deterjen adalah mengatur pH dan mengoptimalkan pembersihan terhadap kotoran (baik kotoran berlemak maupun cair). Kandungan mineral alami di dalam abu soda berperan penting dalam mengangkat kotoran secara lebih efisien. Sedangkan dalam industri kimia, abu soda bermanfaat dalam pembuatan kaca dan produk kimia lain.
- Industri Pangan
Abu soda bukan bahan pembuat makanan secara langsung, melainkan menjadi bahan produksi bahan pengembang yang biasa dipakai untuk makanan. Perannya tetap besar karena suatu produk makanan hasil akhirnya memiliki tekstur yang menarik dan sesuai berkat natrium karbonat. Sedangkan pada minuman, bahan ini digunakan untuk membuat minuman bersoda.
Kesimpulan
Soda Ash (sodium karbonat)/washing soda/abu soda adalah serbuk putih berbutir halus ataupun sedikit kasar mirip tepung atau garam. Namun alih-alih menjadi bumbu dapur, abu soda dalam industri pangan dipakai untuk menghasilkan produk pengembang. Dengan takaran yang tepat, bahan ini juga efektif menjadi pembersih, pemutih, dan pemurni.