Metanol (teknis) atau disebut dengan alkohol kayu dan methyl alkohol (CH₃OH) merupakan larutan encer dan ringan. Walau dianggap serbaguna, terdapat bahaya ketika cairan tidak sengaja terhirup atau tertelan. Memahami sifat serta komponen dan fungsinya di industri dapat membantu menggunakan bahan ini secara lebih bijak.
Tekstur dan Sifat Metanol (Teknis)
Tekstur alkohol kayu adalah cair dengan tingkat kekentalan/viskositas rendah sehingga tidak termasuk tebal tapi encer. Larutan jernih dan transparan ini mudah mengalir karena tidak kental sehingga kemampuan bergeraknya saat dipakai dalam bidang industri lebih leluasa. Walau tidak berwarna, baunya sangat khas seperti sedikit manis namun tajam mirip alkohol.
Bentuk alkohol kayu menyerupai air jika dalam keadaan murni dengan sifat mudah larut dalam air karena polaritasnya tinggi. Hal ini menjadi alasan jenis alkohol ini banyak dipakai dalam dunia industri sebagai campuran atau pelarut senyawa organik maupun anorganik. Larutan ini lebih ringan daripada air karena kerapatannya 0,791 g/cm³ pada suhu 20°C.
64,7°C adalah kisaran titik didih alkohol kayu sehingga pasti menguap jika berada di suhu rendah. Sementara itu, -97,6°C adalah kisaran titik bekunya dan tergolong rendah membuat bentuk cairnya stabil sekalipun di suhu rendah. Hanya saja alkohol jenis ini mudah terbakar dan pada kondisi tertentu akan sangat reaktif serta bersifat toksik bagi tubuh manusia.
Kandungan pada Alkohol Kayu
Metanol (teknis) adalah senyawa yang hanya memiliki tiga komponen dasar, yang paling utama adalah karbon dengan jumlah satu atom. Karbon memiliki ikatan dengan satu gugus hidroksil dan tiga atom hidrogen sehingga alkohol kayu mempunyai struktur dasar. Komponen CH₃OH lainnya yang memiliki peran sama besar adalah hidrogen dengan jumlah tiga atom.
Unsur berupa hidrogen bertindak sebagai penyusun ikatan kovalen di dalam senyawa alkohol kayu dan bekerja sama dengan karbon serta oksigen. Satu atom oksigen terkandung di dalam alkohol kayu sebagai pemberi sifat polar. Dengan adanya kandungan ini, CH₃OH menjadi jenis alkohol yang mudah larut di dalam air dan mampu melarutkan zat lain.
Fungsi Alkohol Kayu di Berbagai Industri
- Industri Kosmetik dan Farmasi
Dalam industri kosmetik jenis alkohol kayu sering dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam parfum atau minyak wangi. Sifatnya yang melarutkan memaksimalkan proses pembuatan lotion serta aneka krim juga sehingga kualitas produk jauh lebih baik. Sedangkan di dunia farmasi CH₃OH berperan penting sebagai pelarut obat-obatan tertentu.
- Industri Plastik
CH₃OH merupakan jenis alkohol yang juga sering digunakan sebagai bahan membuat plastik atau polimer. Plastik adalah bahan untuk berbagai macam aplikasi mulai dari bentuk wadah atau kemasan sampai dengan benda plastik untuk kepentingan industri. Produksi plastik sintetis sekaligus resin memerlukan senyawa terpercaya seperti alkohol kayu.
- Industri Energi dan Kimia
Mengenal metanol dan fungsinya penting agar pemakaiannya tidak dilakukan secara asal. Salah satu peran penting alkohol kayu adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor serta mesin pembangkit listrik di sektor industri energi. Sementara di industri kimia, alkohol ini adalah bahan pembuat senyawa maupun produk kimia lain salah satunya adalah formaldehida.
- Industri Makanan dan Minuman
Alkohol jenis metanol sama sekali tidak untuk dikonsumsi secara langsung karena menghirup atau menelannya saja bisa membahayakan tubuh. Senyawa ini digunakan di industri pangan sebagai bahan yang melarutkan dalam proses pembuatan bahan makanan. Tidak hanya minuman keras, CH₃OH adalah bahan untuk membuat pewarna makanan dan perisa.
Kesimpulan
Metanol (teknis) dengan nama lain alkohol kayu atau metil alkohol merupakan jenis alkohol yang fungsinya sangat luas. Tidak hanya sekadar menjadi bahan pembuat minuman keras, CH₃OH adalah senyawa yang dibutuhkan untuk pembuatan obat dan produk kosmetik. Karena sifatnya keras dan toksik maka penggunaannya harus hati-hati dan sesuai dosis.